PIRU,PiruTerkini.com — Kondisi jalur jalan trans Seram yang ada di Desa Ariate, Kecamatan Huamual, Seram Bagian Barat (SBB) makin memperihatinkan. Sejauh sekira 100 meter lebih itu masyarakat sulit melewatinya baik dengan kendaraan roda dua maupun roda empat.
Pantauan media ini, Selasa (5/8), ruas jalan tersebut dipenuhi pasir dan batu, bahkan lumpur. Akibatnya, hampir semua kendaraan sangat kesulitan melintasinya, terutama musim penghujan seperti sekarang..
Bahkan, ruas jalur jalan tersebut jika musim penghujan akan dipenuhi lumpur, pasir dan kerikil dengan ketebalan dari permukaan jalan hingga mencapai 1 meter. Warga juga harus ekstra berhati-hati melewati ruas jalan tersebut.
Iksan (32), salah satu pengendara mengatakan, kondisi jalan berlumpur di Desa Ariate ini sudah berlangsung lama. Tapi beluam ada perhatian pemerintah daerah melalui dinas terkait.
“Sudah lama begini, jauh sebelum pemilihan kepala daerah Bupati 2024 lalu. Mirisnya, sampai saat ini tak ada perhatian dinas terkait,” kata, Iksan
Padahal, lanjut Iksan, jalan ini merupakan akses penghubung antara warga Huamual dengan Kota Piru, ibukota Kabupaten Seram Bagian.
“Lebih parah kalau musim penghujan. Air meluap menutupi badan jalan dengan ketinggian bisa mecapai pinggang orang dewasa. Itulah kenapa kami tak berani melintas jika cuaca ekstrim dan hujan deras” ungkapnya.
Sementara Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Seram Bagian Barat (SBB) melalui kepala Bidang Bina Marga, Arafat, mengatakan, pihaknya sudah berulang kali melakukan normalisasi. Namun, masih saja dipenuhi lumpur jika musim penghujan.
“Untuk jalan utamanya masih bagus, hanya saja, disamping badan jalan harus digali saluran jembatan kecil. Namun, areanya masuk di lahan warga setempat. Makanya, kami hawatir jika dipaksakan untuk gusur” kata, Arafat, yang dikonfirmasi, Selasa
Ia menyebut, pihaknya sudah berupaya negosiasi dengan warga setempat agar bisa dilakukan penggalian. Namun, lahan tersebut dibawah persetujuan pemerintah Desa. Sehingga pihaknya hanya bisa normalisasi biasa tanpa membuat saluran.
“Meski demikian kami, akan berusaha secepatnya. Nanti akan didiskusikan dengan pimpinan. Untuk sementara dan demi kenyamanan para pengendara, akan diperbaiki secepatnya,” pungkasnya. (YUDI)