Dusun Talaga, Desa Luhu Dikepung Banjir

Bagikan Artikel

PIRU,PIRU TERKINI.COM–Warga masyarakat Dusun Talaga, Desa Luhu, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Selasa kemarin, (8/7), bergotong royong membuat jalur air secara mandiri untuk mengalihkan banjir yang melanda kampung mereka. Walaupun begitu banjir sempat menggenangi rumah warga, khusus di RT 03.

Kepala Dusun Talaga, Jamil Ahmad mengatakan, curah hujan tinggi yang melanda wilayah SBB menyebabkan jalur air atau kali mati yang membela kampung mereka meluap dan menggenangi permukiman warga. Luapan kali mati itu sempat membuat panik warga.

Jamil Ahmad mengatakan, setiap musim penghujan kali mati yang ada itu selalu terjadi banjir, dan jika curah hujan tinggi maka akan meluap dipermukiman warga. Mengingat sejauh ini belum dibangun talud atau saluran air yang baik.

“Ada saluran dibangun warga secara mandiri untuk mengalirkan luapan air yang menggenangi permukiman mereka jika terjadi banjir, tapi itu tidak maksimal karena salurannya kecil dan juga pendek atau tidak sampai di bibir pantai. Karena ukuran saluran itu kecil sehingga gampang tertutupi material yang terbawah saat banjir,” terang dia dalam rilisnya kepada media ini, kemarin.

Selain itu, lanjut dia, ancaman banjir juga datang bukan hanya dari kali mati itu, tapi juga dari kali atau sungai kecil Waekamua. Dan kali Waekamua ini punya potensi bisa menimbulkan bencana terutama dimusim penghujan tiba.

“Kalau musim hujan kali Waekamua ini selalu terjadi banjir dan membawa berbagai material seperti batu dan kayu dari pepohonan yang tumbang dipinggiran kali,” tandasnya.

Bahkan, lanjut dia, setiap terjadi banjir maka selalu terjadi pengikisan atau abrasi di bibir kali dan itu sangat mengancam permukiman warga.

“Pengikisan tanah dapat mengancam pemukiman warga yang berada disamping kali, banjir juga memutus pipa saluran air bersih warga dan masjid At-Taqwa, serta mengancam pemakaman tua,” terangnya.

Selain berpotensi mengancam pemukiman warga, material yang dibawah saat banjir di kali Waekamua juga memutus atau menghambat jalur jalan raya yang menghubungan dusun-dusun dengan Desa Luhu maupun ke Piru, sebagai ibukota SBB.

Dari kondisi tersebut ia mengaku, masyarakat sangat berharap pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat dapat cepat, tanggap, peduli terhadap persoalan ini.

“Karena setiap musim hujan tiba selalu rawan bencana banjir, maka barangkali ada perhatian khusus berupa bantuan drainase, talud sungai, jalan dan jembatan untuk akses warga dan keselamatan warga bukan hanya di Talaga,” harapnya. (YS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *